Ini bukan shalat Ied lho, tapi shalat dhuha, biar anak-anak kenal dan deket Allah, Yang Punya Ilmu dan Masa Depan. (at Pesantren Daarul Qur’an, Cipondoh, Tangerang, Banten).

Ini bukan shalat Ied lho, tapi shalat dhuha, biar anak-anak kenal dan deket Allah, Yang Punya Ilmu dan Masa Depan. (at Pesantren Daarul Qur’an, Cipondoh, Tangerang, Banten).

(Source: dentykusuma)

Taubat

  • Seorang laki-laki datang pada Rasul SAW seraya berkata,
  • Lelaki: "Jika aku berbuat dosa, apakah akan ditulis?"
  • Rasul SAW: "Ya, akan ditulis."
  • Ia bertanya lagi,
  • Lelaki: "Bagaimana jika aku bertaubat?"
  • Rasul SAW: "Akan dihapus."
  • Lelaki: "Bagaimana jika aku mengulangi lagi?"
  • Rasul SAW: "Akan ditulis."
  • Lelaki: "Ya Rasul, bagaimana kalau aku bertaubat?"
  • Rasul SAW: "Akan dihapus."
  • Laki-laki itu pun berkata,
  • Lelaki: "Ya Rasul, sampai kapankah Alloh akan menghapus?"
  • Rasul SAW: "Alloh tidak akan bosan memberi ampunan sampai kalian bosan meminta ampun."
  • [HR. Thabrani dan Al-Hakim]
"

Kadang-kadang Allah tutup semua jalan supaya yang tinggal di depan kita cuma jalan menuju Allah.

Allah mahu kita bergantung padaNya.

Allah mahu kita minta dariNya.

Cuma dari Dia.

"

— (via thethoughtcupboard)

(via dwndilla)

jurusankuliah:

Mungkin sudah sangat banyak tulisan yang menjelaskan bahwa jadi dokter itu enak, menyenangkan, dan seterusnya. Sehingga pada akhirnya makin banyak anak sekolahan yang cita-cita tertingginya adalah masuk FK lalu jadi dokter. Seakan jadi dokter segampang bikin indomie goreng….

Mewakili sekaliii :’) welcome fellas!

"Keramahan adalah kesederhanaan seseorang. Jika seorang manusia diam bukan berarti dia tidak ramah. Dia hanya sedang berpikir bahwa apakah orang-orang di sekitarnya tidak tersinggung jika berbicara. Apabila pikirannya sudah selesai maka dia akan berbicara dengan sederhana, bersahaja dan menganggap orang lain adalah keluarganya sehingga tidak ada batasan."

johanriopamungkas (via ledydamayanti) lagi iseng google nama sendiri nemu beginian, sebenarnya ini bukan kata saya tapi kata penulis Belgia peraih nobel Maurice de Maeterlinck. (via johanriopamungkas)

(via johanriopamungkas)

"InsyaAllah masing-masing kalian akan diberi inspirasi, yang dari inspirasi itu kalian dibuat nyaman melakukan dan menemukan hal-hal yang manfaat."

— Prof Hendro (disaat beliau sedang bercerita penelitiannya tentang kopi)

Priceless

Menurutku, ada momen yang tidak bisa tergantikan dari membaca buku teks, yaitu bertemu dengan para guru rendah hati nan bijaksana yang tanpa ragu berbagi insight dan pengalaman mereka.

Dan salah satu guru favoritku yang mampu memberikan ilmu tanpa merasa paling hebat adalah Prof Hendro, beliau konsulen di bagian Bedah Vaskular.

Terimakasih Prof :)

"Sembari menunggu monorel yang mahal, kami melakukan sesuatu yang murah tetapi bermakna." 

Kurang lebih itulah yang dikatakan oleh Pak Ridwan Kamil (RK) semalam dalam Kultum Super Mentor 3.

Kemarin banget saya ke Bandung dan memang masih ada ruas jalan yang macet. Tapi, warga Bandung, sepengamatan saya, nggak protes banget-banget ke Pak RK karena while nunggu monorel jadi—sebagai salah satu instrumen pengurai kemacetan—Pak RK tetap doing something.

Menariknya, yang dilakukan Pak RK bukan hanya semata untuk meningkatkan taraf perekonomian, infrastruktur, atau apa pun namanya yang hanya-menjadi-unsur-pendukung-hidup-manusia, tapi ia “membenahi” manusianya itu sendiri: bikin happiness index.

Di video tersebut Pak RK mengunjungi rumah salah satu warga miskin di Bandung. Program ini memang jadi program Pak RK. Terlihat warga tersebut nangis karena nggak nyangka Pak RK dateng berkunjung. 

Pak RK membidik hati. Ia ingin warganya bahagia. Bukan semata makmur, sejahtera. Kalau nunggu makmur baru bahagia, mungkin lama atau at least perlu waktu. Membuat orang lain bahagia bisa dilakukan dengan hal-hal kecil macam kunjungan ini yang memang sangat menyentuh hati. 

Pemimpin yang seperti ini butuh doa dari kita banget-banget. Doa agar ia tetap konsisten. Tetap Allah jaga. Tetap ada di koridor yang benar. Terhindar dari fitnah. Yuk, doakan. 

(Source: dentykusuma, via kurniawangunadi)

onlinecounsellingcollege:

1. Respect their need for privacy and to spend time on their own.

2. Be careful never to embarrass them in public.

3. When they are in a new situation, allow them to stand back, and watch what’s going on.

4. Allow them time to process what you’re asking or saying. Don’t demand an answer right…